Bandung, 24 Juni 2025 - Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Teknologi Digital (UTD) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kompetensi mahasiswa melalui penyelenggaraan Klinik Gambar 2025 bertema “Workshop & Pengenalan Medium Gambar” pada Selasa, 24 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Artemedia, Bandung, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, dan dihadiri oleh mahasiswa DKV UTD serta perwakilan komunitas kreatif di Kota Bandung.

Klinik Gambar 2025 dirancang sebagai ruang pembelajaran kolaboratif yang membahas medium gambar tidak hanya sebagai teknik ilustrasi atau keterampilan menggambar semata, tetapi sebagai bahasa komunikasi visual yang memiliki nilai konseptual, simbolik, dan strategis dalam industri kreatif.
Empat narasumber kompeten dihadirkan untuk memberikan perspektif akademik sekaligus praktis, yaitu:
A.K Patra Suwanda, S.Sn., M.Sn. – Kaprodi DKV Universitas Teknologi Digital
Hegar Krisna Cambara, S.S., M.Sn. – Dosen Semiotic Visual Prodi DKV UTD
Rezza R. Kelanasukma, S.Pd. – Manager Sales Operational Artemedia
Raisah Fajri Aula, S.Ds., MBA. – Founder Balka Community DKV Telkom University & CEO Quartet Studio
Dalam sesi pembuka, Kaprodi DKV UTD menekankan bahwa penguasaan medium gambar merupakan fondasi utama bagi mahasiswa DKV. Ia menyampaikan bahwa:
“Klinik Gambar 2025 menjadi ruang belajar bersama untuk memperkaya wawasan mahasiswa dalam menguasai medium gambar sekaligus memperluas jaringan ke dunia industri.”

Dari sisi akademik, pembahasan mengenai semiotika visual menjadi salah satu fokus utama. Mahasiswa diajak memahami bahwa setiap garis, warna, tekstur, dan komposisi memiliki makna yang dapat memengaruhi persepsi audiens. Visual tidak lagi dipandang sekadar estetika, tetapi sebagai sistem tanda yang menyampaikan pesan secara strategis.
Sementara itu, dari perspektif industri, narasumber menekankan pentingnya memahami karakteristik berbagai medium—baik tradisional seperti pensil, tinta, cat air, maupun medium digital berbasis perangkat lunak desain dan ilustrasi. Pemilihan medium yang tepat dinilai sangat menentukan efektivitas pesan dalam branding, periklanan, ilustrasi editorial, hingga konten media sosial.
Perwakilan dari Artemedia juga memberikan insight mengenai perkembangan kebutuhan pasar terhadap karya visual yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan tren industri kreatif saat ini. Hal ini memperkuat pemahaman mahasiswa bahwa kompetensi teknis harus selaras dengan kebutuhan profesional.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga terlibat aktif melalui sesi tanya jawab, diskusi, dan berbagi pengalaman kreatif. Beberapa mahasiswa bahkan mendiskusikan tantangan personal dalam eksplorasi gaya visual mereka, yang kemudian mendapat masukan langsung dari para praktisi.
Kegiatan ini juga menjadi ajang jejaring (networking) antara mahasiswa, dosen, serta pelaku industri kreatif. Kolaborasi lintas institusi dan komunitas membuka peluang kerja sama, magang, hingga proyek kreatif di masa depan.

Klinik Gambar 2025 terselenggara berkat kolaborasi antara:
Prodi DKV Universitas Teknologi Digital
Artemedia
AiDiA
Quartet Studio
Kema DKV UTD
Visualraya
Sinergi ini menunjukkan pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi dan industri dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan dan aplikatif.
Dengan terselenggaranya Klinik Gambar 2025, mahasiswa DKV UTD diharapkan tidak hanya semakin terampil secara teknis, tetapi juga memiliki pemahaman konseptual yang kuat tentang fungsi gambar sebagai media komunikasi. Pengalaman ini menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika industri kreatif yang terus berkembang dan semakin kompetitif.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Prodi DKV Universitas Teknologi Digital dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual berbasis praktik industri, guna mencetak desainer komunikasi visual yang adaptif, kreatif, dan profesional.